Seorang
kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya menyusuri pinggiran kampung.
Beberapa saat kemudian mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu segera mengambilnya
dan mengamati dengan penuh perhatian apa reaksi kura-kura itu. Ternyata si kura-kura
segera menarik kaki dan kepalanya masuk ke dalam tempurungnya.
Menyaksikan
kejadian itu si anak merasa aneh. Ia kemudian berusaha mengeluarkan kembali
kaki dan kepala si kura-kura, tapi usahanya gagal. Berbagai cara telah
diusahakannya, bahkan dengan cara paksa,
tapi si
kura-kura tetap tidak mengeluarkan kaki dan kepala dari tempurungnya.
“Cara
demikian itu tidak akan pernah berhasil, Nak!” kata si kakek. “Ayo kita bawa
saja kura-kura itu ke rumah. Di sana nanti aku akan mengajarimu apa yang harus
kita lakukan agar kura-kura ini mau mengeluarkan kaki dan kepalanya.”
Mereka pun beranjak
pulang. Sesampainya di rumah, sang kakek meletakkan kura-kura di dekat
perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu mengeluarkan kaki dan
kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.
“Nah,
lihatlah… ia bersedia mengeluarkan kaki dan kepalanya. Bahkan sekarang ia
mendekatimu. Janganlah mencoba memaksa melakukan segala sesuatu, Nak!” Nasihat si
kakek. “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”
Pesan Inspiratif:
Ada banyak
persoalan yang muncul berawal dari sikap kita yang selalu memaksakan kehendak
kepada orang lain, agar orang lain melakukan apa yang kita inginkan. Perilaku
memaksa sebenarnya tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang bersifat
positif, karena pihak yang dipaksa hanya akan melakukannya dengan setengah
hati, atau bahkan sebaliknya, ia akan menolak untuk melakukannya dan bersikukuh
untuk mempertahankan pendiriannya. Jangankan manusia, seekor kura-kura pun
takkan mau mengeluarkan kaki dan kepala dari dalam tempurungnya bila dipaksa. Maka
sikap yang paling tepat yang harus kita lakukan agar pihak lain mau mengubah
pendiriannya, tentunya agar memilih pendirian yang lebih baik, adalah dengan
cara memberikan kehangatan dan sikap yang ramah, tutur sapa yang halus dan
sopan, sehingga kesan positif dari dalam diri kita dapat ditangkap olehnya, dan
pada akhirnya ia menjatuhkan pilihan seperti apa yang kita harapkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar