Senin, 16 Juli 2018

Janganlah Memaksa



Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya menyusuri pinggiran kampung. Beberapa saat kemudian mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu segera mengambilnya dan mengamati dengan penuh perhatian apa reaksi kura-kura itu. Ternyata si kura-kura segera menarik kaki dan kepalanya masuk ke dalam tempurungnya.

Menyaksikan kejadian itu si anak merasa aneh. Ia kemudian berusaha mengeluarkan kembali kaki dan kepala si kura-kura, tapi usahanya gagal. Berbagai cara telah diusahakannya, bahkan dengan cara paksa,
tapi si kura-kura tetap tidak mengeluarkan kaki dan kepala dari tempurungnya.


“Cara demikian itu tidak akan pernah berhasil, Nak!” kata si kakek. “Ayo kita bawa saja kura-kura itu ke rumah. Di sana nanti aku akan mengajarimu apa yang harus kita lakukan agar kura-kura ini mau mengeluarkan kaki dan kepalanya.”

Mereka pun beranjak pulang. Sesampainya di rumah, sang kakek meletakkan kura-kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu mengeluarkan kaki dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.

“Nah, lihatlah… ia bersedia mengeluarkan kaki dan kepalanya. Bahkan sekarang ia mendekatimu. Janganlah mencoba memaksa melakukan segala sesuatu, Nak!” Nasihat si kakek. “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”

Pesan Inspiratif:

Ada banyak persoalan yang muncul berawal dari sikap kita yang selalu memaksakan kehendak kepada orang lain, agar orang lain melakukan apa yang kita inginkan. Perilaku memaksa sebenarnya tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang bersifat positif, karena pihak yang dipaksa hanya akan melakukannya dengan setengah hati, atau bahkan sebaliknya, ia akan menolak untuk melakukannya dan bersikukuh untuk mempertahankan pendiriannya. Jangankan manusia, seekor kura-kura pun takkan mau mengeluarkan kaki dan kepala dari dalam tempurungnya bila dipaksa. Maka sikap yang paling tepat yang harus kita lakukan agar pihak lain mau mengubah pendiriannya, tentunya agar memilih pendirian yang lebih baik, adalah dengan cara memberikan kehangatan dan sikap yang ramah, tutur sapa yang halus dan sopan, sehingga kesan positif dari dalam diri kita dapat ditangkap olehnya, dan pada akhirnya ia menjatuhkan pilihan seperti apa yang kita harapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar