Senin, 16 Juli 2018

Goresan di Mobil



Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Satu persatu rumah tetangga dilewatinya. Rasa bangga menghampiri perasaannya saat para tetangga menatap kagum pada mobil mewah yang sedang dikendarainya itu. Secara perlahan tapi pasti ia meningkatkan kecepatan mobil. Dipacunya Jaguar mewah itu menyusuri  jalanan. Ia betul-betul menikmati kendaraan yang tidak semua orang mampu memilikinya.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena mobil yang berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya perilaku anak-anak itu. Tiba-tiba, ia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di pinggir jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

Janganlah Memaksa



Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya menyusuri pinggiran kampung. Beberapa saat kemudian mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu segera mengambilnya dan mengamati dengan penuh perhatian apa reaksi kura-kura itu. Ternyata si kura-kura segera menarik kaki dan kepalanya masuk ke dalam tempurungnya.

Menyaksikan kejadian itu si anak merasa aneh. Ia kemudian berusaha mengeluarkan kembali kaki dan kepala si kura-kura, tapi usahanya gagal. Berbagai cara telah diusahakannya, bahkan dengan cara paksa,
tapi si kura-kura tetap tidak mengeluarkan kaki dan kepala dari tempurungnya.

Cerita tentang Jagung

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku bahwa ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus. Yang dilakukannya selama ini hanyalah selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya itu.

“Lho.., mengapa Bapak membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga Bapak? Bukankah mereka menjadi pesaing Bapak saat mengikuti kontes ini setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.

Inti Semua Kebijaksanaan



Konon, ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan semua maha guru terkemuka dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan yang ada di dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat buku-buku tersebut selesai dikerjakan  telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, “Aku tidak mungkin dapat membaca ribuan buku yang telah kalian hasilkan itu. Sekarang aku perintahkan agar kalian meringkas dasar-dasar dari semua kebijaksanaan yang ada.”

Setelah sepuluh tahun bekerja, para maha guru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid. “Itu masih terlalu banyak,” kata sang raja. “Aku telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.”

Mengapa Aku Mengalami Semua Ini?



Kadang kita bertanya dalam hati dan tak jarang sambil menyalahkan Tuhan, “Apa yang telah kulakukan hingga aku harus mengalami semua ini?” atau “Mengapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi padaku?”

Inilah penjelasannya....

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Ia mendapatkan nilai jelek dalam raport dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya. Dengan senang hati ia berkata, “Tentu saja. Aku sangat suka kue buatan ibu.”

Setangkai Mawar Tanda Cinta untuk Ibu



Seorang lelaki berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang tinggal sekitar 250 km dari tempat tinggalnya. Begitu keluar dari mobilnya, ia mendapati seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Lelaki itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan si gadis kecil menjawab, “Aku ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibuku. Tetapi aku hanya mempunyai uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu rupiah.”

Lelaki itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut aku, aku akan membelikan bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya. Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri utuk mengantarkan gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, “Ya, tentu saja. Maukah Anda mengantarkan aku ke tempat ibuku?”

Bersiap Menghadapi Kehilangan


Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama dia menganggur. Kondisi keuangan keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya, yaitu sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali ini pun akan membawa keberuntungan, yakni memperoleh sebuah pekerjaan.